Puisi - Secabik Langit
SECABIK LANGIT
Di hadapan hujan lebat, segala kenangan berkelebat
Kata-katamu
mengguncang petang,
seakan ingin menyudahi kita
Seakan musim berganti bukanlah hal yang penting untuk kewarasan cinta.
Sedangkan
cinta ini rentan air mata pun mudah teracuni cuaca.
Aku berjuang menjaga kesadaran
menyiapkan segala kalimat, walau bagiku,
kenangan masih gerimis yang menetes dari atap, senantiasa memisahkan tidur
dari igau yang memerangkap.
Sehabis musim penghujan ini
Langit hanya membagi separuh birunya untuk
kita tinggali. Karena separuh biru lagi, adalah untuk perkara pedih lainnya.
LoVembers
Blog ini tidak memasang iklan. Jika Tuan dan Nona berkenan, bisa dukung blog ini dengan menraktir kopi. Terima kasih. ^_^
