Puisi - Kalah Jadi Yatim, Menang Jadi Piatu


#EVENT_PANDEMIC_LIFE
Kalah Jadi Yatim, Menang Jadi Piatu
Karya: Xander Samimora

Sebagian hari adalah
sebagian lainnya yang digenapkan
ia sama sekali tuli
mencerna bahasa cuaca.
Entah pada sediam malam
atau seriang siang
keduanya sama-sama 
berakhir dalam NADIR;
bunyi getir paling malang.

Malam mengais CEMAS
meremas-remas sampai melemas
siang TERKURUNG mendung
dirundung kabut kabung.

Ini adalah senyatanya pertempuran 
yang bendera setengah tiangnya
t'lah kemana-mana berkibaran
sebagai lambang kebimbangan:
kalah jadi yatim,
menang jadi piatu.

Sebagai prajurit
yang tak boleh ciut,
kita mesti cekatan
menangkap bunyi peluit
juga dentum perut.

Sebab pertempuran ini 
pertempuran yang begitu ambigu
yang menuntut untuk mahir
memerani sekutu
sekaligus seteru.


Lebak, 02 April 2022


Blog ini tidak memasang iklan. Jika Tuan dan Nona berkenan, bisa dukung blog ini dengan menraktir kopi. Terima kasih. ^_^


Baca Selanjutnya Baca Sebelumnya
Komentar Netizen
Tulis Komentarmu
comment url

Kolom jeda ini untukmu menuliskan apa saja yang tertahan di hati dan pikiran, dan ingin ingin kamu lepaskan. Tumpahan rasa yang tertahan akan terbang lalu hilang.

Teks tidak akan tersimpan. Otomatis hilang saat tekan tombol lepaskan. 0/1200

Kalau terasa terlalu berat, ceritakan juga pada orang yang kamu percaya.