Puisi - Malam Minggu, Nona

 

Kita di masa lalu


rasanya,
seperti baru malam minggu kemarin, Nona
kita berdua duduk berhadapan
bercerita banyak hal
dan disaksikan rembulan
seperti biasa, aku selalu suka caramu bercerita
aku kira beginilah seterusnya kita

nyatanya,
ini malam minggu ke sekian kali, Nona
aku sendiri duduk di lain seberang
menyimak cerita nasib
dan disaksikan riuh jalanan
kau, menikmati hidangan di restoran itu
bersanding lelaki dari pilihan keluargamu

lihat, gadis mungil lucu yang kau pangku itu
aku kira bola matanya mirip sekali dengan milikmu
ahh ...

aku masih duduk di sini, Nona
tempat yang selalu kita singgahi
pada setiap malam minggu
di tiga tahun yang lalu
bernaung di bawah tenda-tenda kaki lima,
sekumpulan pengamen, dan
penyair jalanan sepertiku

bahagia selalu, Nona.
hidupmu lebih terjamin bersamanya
dibanding dengan ketidakberdayaanku.


Mas Azer, 04/'21




Blog ini tidak memasang iklan. Jika Tuan dan Nona berkenan, bisa dukung blog ini dengan menraktir kopi. Terima kasih. ^_^


Baca Selanjutnya Baca Sebelumnya
Komentar Netizen
Tulis Komentarmu
comment url

Kolom jeda ini untukmu menuliskan apa saja yang tertahan di hati dan pikiran, dan ingin ingin kamu lepaskan. Tumpahan rasa yang tertahan akan terbang lalu hilang.

Teks tidak akan tersimpan. Otomatis hilang saat tekan tombol lepaskan. 0/1200

Kalau terasa terlalu berat, ceritakan juga pada orang yang kamu percaya.