Coretan - BERTAHAN


[   Dara ... kau menjadi hidupku
    Ke mana kau tahu isi hatiku
    Tunggu sejenak aku di situ
    Jalanku jalan menemukanmu  ]
   
 ___________
   CORETAN - BERTAHAN

    Kekasih,
aku masih akan tetap bertahan di sini, menyirami taman-taman rindu yang masih mewangikan parasmu, menunduk dalam doa yang masih melantunkan namamu. 

    Aku masih akan bertahan, Kekasih.
Dan aku takkan pernah menyesal meski pada akhirnya kau tak juga datang kembali. Cukup engkau masih tinggal di hatiku, cukup namamu masih basah di bibirku, cukup bayangmu masih singgah di pikiranku. Cukup, cukup itu. Rasa cukup yang sudah lebih dari cukup.

    Kekasih,
kau sangat sangat tahu kalau aku lelaki yang pandai membualkan diksi, lihai pula membusakan basi puisi. Tapi kau tidak tahu, kalau aku sangat tidak pandai untuk mengelabui kenangan, tidak lihai mengaburkan ingatan. Jadi, maafkan bila aku tidak bisa memenuhi satu permintaan yang kau ucapkan dalam isakmu sebelum langkah kepergianmu:
“Lupakan aku secepat kau bisa, Tuan!”

    Kekasih ...
Aku masih akan tetap bertahan. Sebab bagi hati dan rinduku, hatimu tetaplah rumah yang paling nyaman untuk sebuah kepulangan.

~ ☕


Blog ini tidak memasang iklan. Jika Tuan dan Nona berkenan, bisa dukung blog ini dengan menraktir kopi. Terima kasih. ^_^


Baca Selanjutnya Baca Sebelumnya
Komentar Netizen
Tulis Komentarmu
comment url

Kolom jeda ini untukmu menuliskan apa saja yang tertahan di hati dan pikiran, dan ingin ingin kamu lepaskan. Tumpahan rasa yang tertahan akan terbang lalu hilang.

Teks tidak akan tersimpan. Otomatis hilang saat tekan tombol lepaskan. 0/1200

Kalau terasa terlalu berat, ceritakan juga pada orang yang kamu percaya.