BIARLAH LANGIT ATAP RUMAHKU


BIARLAH LANGIT ATAP RUMAHKU


Kubawa pulang segala rasa lelahku
Setelah seharian menguras pikiran dan tenagaku 
Selalu ada rasa enggan untuk segera pulang
Karna yang kutemukan hanyalah sebuah ruang kosong 

untuk apa semua ini
bila semuanya tak memberi kedamaian?

Andailah aku seekor burung
Mungkin aku tidak terikat  jam kerja
Andai aku seekor burung
Mungkin tak perlu aku merasa sedih dan kesepian dalam rumahku sendiri
Andai aku seekor burung
Cukuplah langit sebagai atapku

Bermimpi bertemu dengan belahan hati
Yang bisa temaniku hingga hembus nafas terakhir
Meskipun nanti
lantai rumah kita bukan lempengan batu granit
melainkan hanya bumi...

Puisi By: Kiesha


Blog ini tidak memasang iklan. Jika Tuan dan Nona berkenan, bisa dukung blog ini dengan menraktir kopi. Terima kasih. ^_^


Baca Selanjutnya Baca Sebelumnya
Komentar Netizen
Tulis Komentarmu
comment url

Kolom jeda ini untukmu menuliskan apa saja yang tertahan di hati dan pikiran, dan ingin ingin kamu lepaskan. Tumpahan rasa yang tertahan akan terbang lalu hilang.

Teks tidak akan tersimpan. Otomatis hilang saat tekan tombol lepaskan. 0/1200

Kalau terasa terlalu berat, ceritakan juga pada orang yang kamu percaya.